Pesona Film Si Doel

Bagi para pecintah film khususnya sinetron, pasti kenal dengan film yang satu ini. Si doel anak sekolahan besutan Rano Karno dengan Karnos film sebagai prodaction housenya. Sejak pertama kali muncul di layar kaca salah satu TV swasta pada pertengahan tahun Sembilan puluhan, film ini telah menarik banyak penggemar. Mungkin itu pula yang menjadi alasan pihak stasiun TV untuk terus mengulang film ini. Seingat penulis lebih dari tiga kali film ini muncul dilayar kaca. Walau diulang sampai beberapa kali film ini tidak membosankan. Film yang mengangkat sisi lain kehidupan orang betawi ini tak bosan untuk ditonton. Alur dan setting ceritanya sederhana tapi menghibur. Paling tidak ada dua hal utama yang menurut penulis menjadi daya tarik film ini. PertamaNatural Effec yang senantiasa hadir dalam setiap episidenya.

Penulis menilai para tokoh yang ada dalam film ini sangat menjiwai perannya masing-masing. Si Doel dengan gayanya yang khas berhasil mengadopsi karakter anak betawi. Bunyamin sebagai artis kawakan juaga demikian, perannya sebagai babeh si Doel dengan begitu apik berhasil memerankan perannya. Dengan dialek dan gaya khas orang betawi ia telah menjadi tokoh inti yang menjadikan film ini betawi banget. Begitu juga Nya-nya si Doel dan juga Mandra. Mandra tah kalah hebat dengan bunyamin dalam masalah acting. Mandra memerankan perannya sebagai mamangnya si Doel dengan sangat baik. Dengan gaya kocaknya Mandra berhasil membuat Film si Doel terasa lucu dan hidup. Kedua. Setting serta pesan yang disampaikan.

Terdapat banyak nilai yang bisa diambil dari film Si Doel. Diantaranya; pertama. Hubungan anak dengan orang tua yang begitu cair tidak kaku. Kedua rasa hormat anak pada orang tua. Ketiga. Kesederhanaan. Keempat. Perjuangan dan warna-warni kehidupan. Penulis berharap kedepan lebih banyak lagi film Indonesia seperti film si doel ini. Film bisa dijadikan sarana edukasi yang efektif yang mampu memberikan pengaruh pada penontonnya. Selain itu film juga bisa dijadikan sebagai sarana pengenalan budaya Indonesia pada masyarakat Indonesia yang kurang mengenal kebudayaan Indonesia.

Walau usianya paling muda untuk kategori seni pertunjukan, namun film paling banyak menyedot perhatiah khalayak. Ini modal yang besar untuk menjadikan film sebagai seni yang dapat memberikan bukan hanya hiburan semata, tapi juga edukasi maupun social budaya yang positif bagi bangsa Indonesia.

Posted on June 7, 2013, in Film, Review. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: